PUBG Mobile Resmi Cabut dari India

loading...
PUBG Mobile Resmi Cabut dari India
GSM Arena melaporkan, mulai hari ini, 30 Oktober, PUBG Mobile Nordic Map: Livik dan PUBG Mobile Lite akan berhenti berfungsi di India. Foto/ist
NEW DELHI - Kementerian Elektronik dan TI di Indiamelarang 118 aplikasi seluler pada bulan September, termasuk gamepopuler PUBG Mobile. Ini adalah imbas dari bentrok mematikan China dan India di perbatasan. (Baca juga: Rayakan Halloween PUBG Mobile Kembali Hadirkan Infection Mode)

Setelah beberapa kali mencoba untuk kembali ke jalurnya dan membawa gelar battle royale kepada para penggemarnya, PUBG Corporation akhirnya menyerah. Hingga akhirnya hari ini mengumumkan akan menghentikan semua layanan dan akses ke pengguna.

GSM Arena melaporkan, mulai hari ini, 30 Oktober, PUBG Mobile Nordic Map: Livik dan PUBG Mobile Lite akan berhenti berfungsi. Hak merek PUBG Mobile akan dikembalikan kepada pemilik kekayaan intelektual dan Tencent Games tidak lagi memiliki hak atas waralaba di India.

Namun, PUBG Corporation tidak mengatakan apa pun tentang data pemain -apakah itu akan dihapus atau akan disimpan.



Berikut pernyatan resmi PUBG Corporation:

"Penggemar yang terhormat,

Untuk mematuhi perintah sementara Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi tanggal 2 September 2020, Tencent Games akan menghentikan semua layanan dan akses bagi pengguna di India ke PUBG MOBILE Nordic Map: Livik dan PUBG MOBILE Lite (bersama-sama, "PUBG Mobile") pada 30 Oktober 2020. Hak untuk mempublikasikan PUBG MOBILE di India akan dikembalikan kepada pemilik kekayaan intelektual PUBG.



Melindungi data pengguna selalu menjadi prioritas utama dan kami selalu mematuhi undang-undang dan peraturan perlindungan data yang berlaku di India. Semua informasi alur game pengguna diproses secara transparan seperti yang diungkapkan dalam kebijakan privasi kami.

Kami sangat menyesali hasil ini, dan dengan tulus berterima kasih atas dukungan dan cinta Anda untuk PUBG MOBILE di India."

Penghentian PUBG Mobile adalah bagian dari gelombang kedua larangan oleh Pemerintah India. Yang pertama pada bulan Juni termasuk platform populer seperti TikTok, WeChat dan bahkan beberapa aplikasi yang terkait dengan Xiaomi seperti Mi Community dan Mi Video Call. (Baca juga: Tren Pulang Kampung Naik Bus Menurun)
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top