Mengejutkan, Rekor Kecepatan SSC Tuatara Diragukan

loading...
Mengejutkan, Rekor Kecepatan SSC Tuatara Diragukan
Rekor kecepatan SSC Tuatara diragukan karena inkonsistensi video dan perhitungan kecepatan. Foto / SSC North America
NEVADA - JAKARTA - Rekor kecepatan tertinggi di dunia yang diraih olehSSC Tuataradiragukan. Banyak analis dan influencer otomotif dunia tidak percaya jika mobil buatan SSC North America itu mampu mencapai kecepatan rata-rata 508,73 kilometer per jam.

Ketidakpercayaan itu berangkat dari video yang dirilis oleh SSC North Americaberkaitan dengan upaya pemecahan rekor tersebut. Saat itu SSC North America menggabungkan dua video, yakni video dari dalam kokpit mobil dan video dari luar mobil.

Dari video di dalam kokpit, banyak influencer dan analis melihat bahwa kecepatan dan perpindahan gigi yang terjadi tidak sesuai dengan logika pasalnya saat tuas transmisi gigi terakhir terjadi, RPM mobil sudah sampai puncaknya. Dan kecepatan saat itu belum tembus 500 kilometer per jam. (Baca juga : Isuzu Indonesia Matangkan Kehadiran Isuzu mu-X Baru)





Mereka juga menghitung kecepatan dan jarak yang ditempuh berdasarkan video yang ada di akun kanal YouTube, SSC North America. "Sederhana saja, rumus fisika yang kita kenal adalah jarak adalah kecepatan dikali dengan waktu. Jadi untuk menghitung kecepatan adalah jarak dibagi dengan waktu," ucap Schmee 150, influencer otomotif.

Selain itu Schmee 150 juga membandingkan dengan video pemecahan rekor lainnya yang ada di lokasi sama, Pahrump, Nevada, Las Vegas. Video itu adalah video pemecahan rekor kecepatan dari Koenigsegg Agera. Dari perbandingan itu menurut Schmee 150 banyak hal yang tidak sesuai antara keduanya.

Kecurigaan itu memang dibantah oleh SSC North America. Mereka mengatakan sama sekali tidak ada motif bagi mereka untuk memanipulasi rekor kecepatan SSC Tuatara. Hanya saja mereka mengakui memang ada kesalahan dari mereka dalam mengolah video yang ditayangkan di YouTube. "Kami mengakui memang ada kesalahan dari kami dalam menggabungkan video. Kami tidak memeriksa ulang kedua video yang kami gunakan," ucapnya.



Dia mengatakan video bukanlah sumber yang valid untuk memastikan kecepatan yang mereka raih. Menurutnya dalam pencatatan rekor tersebut mereka menggunakan alat pengukur dari Dewetron yang sudah berkali-kali terlibat dalam validasi dan pengukuran upaya pencatatan rekor kecepatan tertinggi di dunia. Koenigsegg Agera dan Bugatti Veyron Super Sport diukur dan dicatat oleh Dewetron. (Baca juga : Berkali-kali Uji Coba Akhirnya Xpander AP4 Berlaga Juga)

Hanya saja pernyataan itu memang masih membuat orang penasaran pasalnya Dewetron mengaku tidak hadir di lokasi pemecahan rekor. Dewetron mengatakan sebagai perusahaan internasional mereka memang menjual berbagai alat pengukuran mereka ke berbagai perusahaan termasuk SSC NOrth America. Selain menjual mereka juga melatih dan membimbing pembeli bagaimana mengukur dan menggunakan alat-alat mereka.

"Kami memahami bahwa North America SSC menggunakan alat-alat kami dalam proses pencatatan rekor itu. Hanya saja perlu ditekankan pencatatan rekor merupakan pekerjaan yang komplikatif. Kami juga tidak menerima data dari rekor itu," tulis keterangan resmi Dewetron.

Mereka hanya menunjukkan bahwa dalam rekor kecepatan tertinggi di dunia itu, SSC North America adalah pihak yang bertanggungjawab untuk mengklarifikasi. Hal ini sendiri direspons oleh Jerod Shelby yang mengatakan akan segera membuka semua data yang memang diraih oleh mereka.
(wsb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top