Alibaba Cetak Rekor 583.000 Pesanan Online Per Detik di 11.11, Kok Bisa Servernya Nggak Jebol?

loading...
AnalyticDB, data warehouse yang dikembangkan oleh Alibaba Cloud, juga mampu memproses hingga 7,7 triliun baris data secara real-time atau setara 15 kali lipat data dari Arsip Web Inggris di British Library.

Selain itu, PolarDB-X dan AnalyticDB membantu China Post menangani lebih dari 100 juta pesanan selama 11.11, dengan sekitar 100.000 pelanggan China Post mengecek status paket secara online dan real-time.

Li Cheng juga menyebut bahwa teknologi cloud-native mutakhir mereka memungkinkan terjadinya pengurangan sumber daya komputasi hingga 80% untuk setiap 10.000 transaksi yang dilakukan dibanding empat tahun lalu.

Yangqing Jia dari Alibaba Cloud Intelligence menyebut bagaimana analitik big data dan platform penyajian data mereka sudah teruji di puncak Festival Belanja Global 11.11.

”Kinerja platform kami luar biasa, bahkan di masa-masa puncak festival belanja terbesar di dunia,” ujarnya.

Dengan pembuktian ini, secara tidak langsung Alibaba Cloud mengklaim bahwa teknologi cloud mereka termasuk yang terbaik di dunia.
Apalagi, Yangqing menyebut bahwa Alibaba menggunakan teknologi ramah lingkungan di lima hyperscale data center mereka.

Alibaba Cetak Rekor 583.000 Pesanan Online Per Detik di 11.11, Kok Bisa Servernya Nggak Jebol?

Hyperscale data center di Hangzhou, misalnya, memiliki salah satu server cluster terbesar di dunia yang memakai cairan pendingin khusus, yang dengan cepat menyediakan pendinginan optimal bagi perangkat keras.

Hal ini mengurangi konsumsi energi hingga lebih dari 70%, sementara Power Usage Effectiveness (PUE) mendekati target ideal 1.0. Jika dibandingkan dengan data center tradisional, hyperscale data center di Hangzhou dapat menghemat hingga 70 juta kilowatt-jam listrik per tahun, yang cukup untuk memberi daya lebih dari 16.000 rumah tangga di Inggris Raya dalam satu tahun.
(dan)
halaman ke-2 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top