Alibaba Cetak Rekor 583.000 Pesanan Online Per Detik di 11.11, Kok Bisa Servernya Nggak Jebol?

loading...
Alibaba Cetak Rekor 583.000 Pesanan Online Per Detik di 11.11, Kok Bisa Servernya Nggak Jebol?
Alibaba Cloud menjadi tulang punggung Alibaba Group saat menjalankan transaksi masif selama 11.11 dan terbukti berhasil.
CHINA - Selama Festival Belanja 11.11 yang berlangsung 11 hari, Alibaba Group mencetak transaksi USD74,1 miliar dalam Gross Merchandise Volume (GMV). Hanya 26 detik setelah periode belanja dimulai, puncak pesanan mencapai 583.000 kali per detik! BACA JUGA: Tips Memanfaatkan Fitur Gratis Samsung Health untuk Olah Raga dan Bergaya Hidup Sehat

Kuncinya, ternyata ada pada ini: Alibaba Cloud. Alibaba Cloud adalah tulang punggung teknologi digital dan intelegensi dari Alibaba Group. Total konsumen yang ditangani oleh Alibaba Cloud selama 11.11 silama mencapai 800 juta konsumen dan 2.500 merek.

Chief Technology Officer Alibaba Group Li Cheng mengatakan, platform komputasi real-time Alibaba yang di dukung oleh Apache Flink mampu memproses aliran data sebesar 4 miliar barang per detik selama puncak pesanan.

Lalu, mereka juga menggunakan MaxCompute. Yakni, platform data warehouse milik Alibaba yang mampu menangani 1,7 Eksabita data per hari (1 Eksabita = 1 Miliar Gigabita) selama 11 hari periode festival mulai dari tanggal 1 hingga 11 November 2020. Itu setara dengan pemrosesan 230 foto dengan resolusi tinggi dari 7 miliar orang di dunia.



”Terlepas dari kebutuhan skalabilitas ekstrim dan kinerja tinggi, kami mencatat tidak ada durasi waktu henti atau downtime selama periode festival tersebut,” ungkap Li.

Alibaba Cloud juga memanfaatkan sejumlah database cloud-native yang diklaim mereduksi kebutuhan sumber daya komputasi hingga 80%. Antara lain PolarDB, AnalyticDB, dan Lindorm.

BACA JUGA: Unik, All New Honda N-One Akan Ingatkan Penumpang Jika Ada Barang Tertinggal di Kursi



PolarDB mencetak rekor baru dengan 140 juta kueri per detik selama waktu puncak pukul 11.11, meningkat 60% dari tahun lalu.

AnalyticDB, data warehouse yang dikembangkan oleh Alibaba Cloud, juga mampu memproses hingga 7,7 triliun baris data secara real-time atau setara 15 kali lipat data dari Arsip Web Inggris di British Library.

Selain itu, PolarDB-X dan AnalyticDB membantu China Post menangani lebih dari 100 juta pesanan selama 11.11, dengan sekitar 100.000 pelanggan China Post mengecek status paket secara online dan real-time.

Li Cheng juga menyebut bahwa teknologi cloud-native mutakhir mereka memungkinkan terjadinya pengurangan sumber daya komputasi hingga 80% untuk setiap 10.000 transaksi yang dilakukan dibanding empat tahun lalu.

Yangqing Jia dari Alibaba Cloud Intelligence menyebut bagaimana analitik big data dan platform penyajian data mereka sudah teruji di puncak Festival Belanja Global 11.11.

”Kinerja platform kami luar biasa, bahkan di masa-masa puncak festival belanja terbesar di dunia,” ujarnya.

Dengan pembuktian ini, secara tidak langsung Alibaba Cloud mengklaim bahwa teknologi cloud mereka termasuk yang terbaik di dunia.
Apalagi, Yangqing menyebut bahwa Alibaba menggunakan teknologi ramah lingkungan di lima hyperscale data center mereka.

Alibaba Cetak Rekor 583.000 Pesanan Online Per Detik di 11.11, Kok Bisa Servernya Nggak Jebol?

Hyperscale data center di Hangzhou, misalnya, memiliki salah satu server cluster terbesar di dunia yang memakai cairan pendingin khusus, yang dengan cepat menyediakan pendinginan optimal bagi perangkat keras.

Hal ini mengurangi konsumsi energi hingga lebih dari 70%, sementara Power Usage Effectiveness (PUE) mendekati target ideal 1.0. Jika dibandingkan dengan data center tradisional, hyperscale data center di Hangzhou dapat menghemat hingga 70 juta kilowatt-jam listrik per tahun, yang cukup untuk memberi daya lebih dari 16.000 rumah tangga di Inggris Raya dalam satu tahun.
(dan)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top