UMKM Butuh Modal Saat Pandemi? Begini Cara Ngutang Aman dan Auto Disetujui!

loading...
UMKM Butuh Modal Saat Pandemi? Begini Cara Ngutang Aman dan Auto Disetujui!
.Zilingo bersama Modalku Ungkap Langkah Terbaik dalam Proses Pengajuan Pinjaman di Masa Pandemi.
JAKARTA - Agar agar roda bisnis tetap berjalan, UMKM jelas butuh suntikan modal kerja. Apalagi, ditengah pandemi seperti sekarang. Masalahnya, lembaga keuangan juga semakin selektif untuk memberi pinjaman. Lalu, bagaimana cara ngutang yang benar? BACA JUGA: Cuma 100 Unit, Wuling Almaz Limited Edition Punya 3 Fitur Baru, Apa Saja?

AVP Partnership Success Lead Modalku Marsya Juwita Aderizal dan Head of Services Zilingo Tut Wuri Handayani memberi cukup banyak pandangan menarik dalam acara webinar “Ngopi Bareng Zilingo Trade” yang dihelat belum lama ini.
Keduanya memberi tips bagaimana agar UMKM bisa ngutang dan cepat disetujui demi mendukung keberlangsungan usaha mereka.

Untuk Tujuan Produktif
Faktor utama yang jadi pertimbangan perusahaan seperti Modalku saat memberikan pinjaman adalah tujuannya. “Pinjaman usaha harus digunakan untuk tujuan produktif, seperti untuk membeli stok atau peralatan produksi,” ujar Marsya.

Berapa Penghasilan Usaha?
Pada waktu normal, biaya operasional ditutup pendapatan bulanan. Namun, penghasilan UMKM saat ini menurun karena pandemi. ”Kami akan mengamati gap yang ada untuk membantu mengevaluasi apakah bisnis tersebut memiliki kemampuan untuk bertahan, khususnya pada saat-saat seperti ini,” ujar Marsya.



UMKM Butuh Modal Saat Pandemi? Begini Cara Ngutang Aman dan Auto Disetujui!

Jelaskan dengan Rinci
Marsya menekankan bahwa penting bagi para calon peminjam untuk menentukan keperluan modal kerja secara terperinci, yang harus disesuaikan dengan prioritas serta tujuan bisnis sebelum mengajukan pinjaman.

Rencana Bisnis Kedepan
Ada lima faktor utama yang wajib dialokasikan dalam rencana bisnis sebelum mengajukan pinjaman. Di antaranya biaya peralatan, biaya bahan baku, biaya operasional lainnya (seperti modal eksternal atau biaya sewa gedung), biaya kegiatan pemasaran, dan modal cadangan (buffer).
”Buffer ini dapat Anda digunakan sebagai dana darurat ketika kinerja bisnis Anda berada di bawah ekspektasi. Hal ini dapat dengan mudah Anda evaluasi dalam 3-6 bulan pertama,” jelas Marsya.

BACA JUGA:Seru, Peluncuran Wuling Almaz Limited Edition Gunakan Teknologi Virtual Reality



Pemasaran Online
Tut Wuri Handayani menyoroti pentingnya pelaku bisnis harus memahami bahwa Facebook Ads, Google Ads, dan Instagram Ads. Sebab, setiap bisnis yang ingin berkembang perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk keperluan marketing, termasuk iklan digital. ”Jangan lupa memasukkan modal cadangan dalam pengajuan peminjaman Anda. Hal ini diperlukan untuk melindungi bisnis Anda dalam menghadapi masa sulit,” bebernya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top