alexametrics

Disiplin Minum Suplemen Ini, Imun ODP Diyakini Meningkat

loading...
Disiplin Minum Suplemen Ini, Imun ODP Diyakini Meningkat
Surat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Semarang yang menjadi bukti autentik Tjan Tiauw Swan Bambang Tjondro Waluyo sehat. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Pandemik virus Corona masih menghantui masyarakat. Berbagai upaya pencegahan dan pengobatan pun dilakukan oleh tim medis.

Upaya pemulihan juga dilakukan terhadap Tjan Tiauw Swan Bambang Tjondro Waluyo, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang akhirnya ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dengan menjalani isolasi sebagaimana mestinya, dia "divonis" bebas dari virus Corona atau COVID-19).

Selembar surat yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang diteken dr Dwi Christina sebagai dokter pemeriksa dan diketahui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, menjadi bukti autentik yang bersangkutan sehat.



Selain menjaga kebugaran dengan rajin berolah raga, Tjan Tiauw Swan juga disiplin meminum suplemen herbal JSH. Suplemen itu dinilai ampuh sebagai booster guna meningkatkan imun dalam tubuh.

"Sekarang saya sehat dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Kesembuhan yang saya alami ini karena tiga hal, karunia dan berdoa, rajin berolah raga dan disiplin minum suplemen kapsul dari JSH, dan jangan lupa selalu bahagia," kata Tjan Tiauw Swan di pabrik jamu dan farmasi SidoMuncul, Bergas, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, tempatnya bekerja.

Bambang sebelumnya tercatat sebagai OTG yang harus diobservasi dan di karantina oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Semarang di rumah sakit darurat Korona di Kompleks Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Manyaran, Semarang Barat.

Setelah dirawat dan dilakukan rapid test, swab pertama, dan kedua selama dia rawat inap selam enam hari, pegawai PT Muncul Mekar itu akhirnya dinyatakan clean and clear dari infeksi COVID-19. Sehingga dia bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

Ceritanya diawali ketika perusahaan tempatnya bekerja mengadakan rapid test massal untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran COVID-19. Hasilnya, pada Anti SARS-Cov-2 (IgM)-nya reaktif. Oleh perusahaan dia diminta untuk tidak bekerja dulu selama 14 hari dan melakukan karantina mandiri di rumah.

Karena shock tidak bisa bekerja untuk waktu yang cukup lama akibat rapid test tersebut, selama di rumah Bambang tak kehilangan akal untuk mencari cara agar imunnya kembali baik. Dia pun rajin mengonsumsi obat-obat herbal buatan China yang cukup mahal harganya.

Namun bukannya badan bisa kembali segar, tapi Bambang justru sulit tidur. Akibatnya kondisi kesehatan mulai menurun.

Kondisi kesehatannya makin tidak jelas membuat Bambang mencoba melakukan rapid test mandiri di laboratorium dan hasilnya reaktif. Karena hasil seperti itu, pihak lab menyarankan dirinya mengisolasi mandiri di rumah.

"Seperti dunia mau runtuh. Saya harus melakukan isolasi mandiri. Sudah pasti yang saya alami kembali stres berat karena penderitaan makin panjang. Harus dijauhi anak, istri, juga keluarga dekat, termasuk tetangga. Sepertinya saya lepra yang bisa menular bagi siapa pun yang mendekat," tutur Bambang.

Dia pun mendapat telepon dari Tim Covid-19 Pemkot Semarang dan meminta supaya menyiapkan diri untuk dijemput tim kesehatan menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mereka akan datang menjemput ke rumahnya di Panggung Lor, Semarang Utara.

Selama menjalani isolasi Bambang mengaku diperlakukan petugas sangat baik dan responsif. "Setiap hari kami dikontrol dengan melaporkan kondisi ttv (suhu badan, oksigen dalam darah dan tensi). Juga makan kami dijaga dan suplemen JSH Herbal yang kami minum dimonitor. Mereka minta kami terbuka untuk menyampaikan apakah ada keluhan atau tidak selama dirawat," tutur Bambang.

Seluruh pasien ODP di Rumah Dinas Wali Kota dijaga tenaga medis siap siaga selama 24 jam. Empat dokter pengawas selalu mengajak seluruh pasien rajin berolah raga, paling tidak menggerakkan tubuh secara rutin tiap hari, berjemur setiap pagi dan sore serta selalu memberikan keyakinan untuk terus bahagia.

"Bapak, jangan lupa sebelum sarapan, makan pagi, siang, dan malam diminum kapsul suplemen dari herbal yang diberikan," ujar Bambang menirukan permintaan petugas medis.

Bambang mengungkapkan sebenarnya dirinya sangat mengenal suplemen JSH itu paska dia di rapid test perusahaan. Bambang sangat mengenal betul kapsul herbal itu karena berasal dari tempatnya bekerja. Makanya jamu berbentuk kapsul ini dikenal sebagai JSH sesuai inisial nama tersebut.

Kapsul herbal suplemen JSH diklaim produsennya memiliki khasiat dapat meningkatkan daya tahan tubuh, antibakteri, bersifat basa PH 10 dan bersifat dekontominasi, membantu menyerap racun serta gas dalam pencernaan. Dengan demikian, pencernaan maksimal dalam menyerap makanan, gizi, minuman, vitamin serta obat yang dikonsumsi untuk tubuh dalam masa penyembuhan.

"Seperti yang saya rasakan badan menjadi segar dan bersemangat. Energi positif ini mendorong badan agar selalu sehat dan juga jiwa senang serta berpikiran positif untuk segera sembuh dari covid ini," tuturnya.

Bambang kembali mengatakan jika kapsul herbal suplemen JSH itu pun juga terbukti mampu meningkatkan imun kawan-kawannya yang sempat rawat inap bersama dirinya di kediaman dinas Walikota tersebut.

Senin pekan kemarin menjadi hari yang sangat spesial dan bersejarah bagi Bambang. Ini dikarenakan bapak satu anak ini bisa kembali menjalani kehidupan normal layaknya sebelum dikarantina secara mandiri sebagai pasien ODP.
(iqb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak