alexametrics

Menyaksikan Fenomena Langit Awan Bersinar Hiasi Kutub Utara

loading...
Menyaksikan Fenomena Langit Awan Bersinar Hiasi Kutub Utara
Akun Twitter NWS Alburquerque yang membagikan gambar tampilan awan noctilucent kemarin ini. Awan-awan ini, terdiri dari kristal es kecil, umumnya terbentuk di garis lintang tinggi. Foto/@NWSAlburquerque
A+ A-
CALIFORNIA - Peneliti NASA mengumumkan kedatangan musim awan Noctilucent di Kutub Utara. Pesawat ruang angkasa Aeronomy of Ice in the Mesosphere (AIM) NASA melihat tanda-tanda awan ini pada 17 Mei 2020 dan menyaksikan awan tersebut meluas. (Baca juga: Update Corona: Positif 25.216 Orang, 6.492 Sembuh dan 1.520 Meninggal)

Dilansir dari Cnet, Jumat (29/5/2020), fenomena langit yang berupa awan ini sedikit berbeda dengan formasi awan cumulus. Mereka berkembang di sekitar partikel debu di Mesosfer. Menurut NASA, awan es memantulkan sinar matahari yang bersinar berwarna biru terang dan putih.

"Awan es, memantulkan sinar matahari, bersinar biru terang dan putih," kata NASA.

NASA membuat animasi pengamatan AIM sejak pertumbuhan awan dari 17 hingga 25 Mei 2020. Peneliti utama AIM, Jim Russel mengatakan musim awan ini sebagai event besar bagi semua orang.



Musim awan ini tercatat sebagai kedua yang tercepat untuk Arktik. "Alasan kenapa kami senang karena kami berusaha mencari tahu apa penyebab awal musim dan apa artinya sebenarnya sehubungan dengan gambaran lebih besar di atmosfer," kata Russel.

Para peneliti akan melihat lebih langsung pergerakan awan menunju ke selatan. Hal ini sebelumnya terjadi di California, New Mexico dan Oklahoma Amerika Serikat pada 2019.

Awan bersinar ini bukan hanya bisa disaksikan di Bumi. Penjelajah Curiosity milik NASA pernah melihatnya di Mars pada tahun 2019 lalu.
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak