alexametrics

Tutup Pabrik di Indonesia, Nissan Rencanakan Jauh Sebelum Pandemi COVID-19

loading...
Tutup Pabrik di Indonesia, Nissan Rencanakan Jauh Sebelum Pandemi COVID-19
President Director PT Nissan Motor Indonesia Isao Sekiguchi. FOTO/ DOK SINDOnews
JAKARTA - Rencana penutupan Pabrik di Indonesia sudah terendus sejak satu tahun lalu. Bahkan saat itu Nissan berencana PHK 12.500 karyawannya jauh sebelum Pandemi Virus Corona.

President Director PT Nissan Motor Indonesia Isao Sekiguchi mengatakan secara khusus kepada SINDOnews, seperti yang disampaikan CEO Hiroto Saikawa. BACA JUGA - Wuling Kenalkan Logo Baru Sekaligus Beri Sinyal Kehadiran MPV Terbaru



“Sebagai bagian dari upaya kami untuk memperbaiki operasi dan efisiensi investasi, kami mengambil tindakan untuk menghentikan atau mengurangi kapasitas di lini produksi di 8 lokasi. Dari FY20-FY21 kami akan menghentikan atau mengurangi kapasitas, di lini atau pabrik di 6 lokasi. Total pengurangan jumlah karyawan akan menjadi sekitar 12.500 orang. Tidak ada detail spesifik yang dapat dibagikan untuk saat ini,” tutur Isao Sekiguchi kepada SINDOnews via WhatsApp jelang akhir tahun 2019.
.
Nissan akan mengurangi setidaknya 12.500 karyawan secara global pada Maret 2023 - pemangkasan pekerjaan terbanyak sejak 2009, hal ini tentunya akan memangkas kapasitas produksi, terutama mobil kompak di pabrik yang kurang dimanfaatkan di luar negeri.

BACA JUGA- Nissan Resmi Tutup Pabrik Perakitan Mobil di Indonesia



Nissan akan mengurangi setidaknya 12.500 karyawan secara global pada Maret 2023 - pemangkasan pekerjaan terbanyak sejak 2009, hal ini tentunya akan memangkas kapasitas produksi, terutama mobil kompak di pabrik yang kurang dimanfaatkan di luar negeri.

Pembuat crossover SUV Rogue dan Datsun Go yang mungil dan berbiaya rendah, memiliki 138.000 karyawan pada Maret 2018.

"Kami menargetkan melakukan investasi untuk memproduksi mobil kompak berdasarkan rencana Power 88," tutur Saikawa kepada wartawan pada briefing di kantor pusat Nissan,

Pendapatan 94,5 persen dalam laba bersih dan total penjualan turun 6 persen menjadi 1,23 juta. Pengurangan 12.500 pekerja terdiri dari 9 persen dari total tenaga kerja Nissan, tetapi akan mempengaruhi 14 fasilitas di seluruh dunia - kebanyakan dari pabrik di luar Jepang.

Pabrik-pabrik tersebut meliputi Spanyol, Indonesia, Rusia, Prancis, Thailand, Meksiko, dan Inggris.

Ini berarti bahwa Nissan juga akan mengurangi produk global dan lini produksi sebesar 10 persen pada akhir tahun 2022, untuk fokus pada model inti global dan model strategis regional.
(wbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak