alexametrics

Kawasaki Recall Ninja ZX-10R karena Bahasa Program Bermasalah

loading...
Kawasaki Recall Ninja ZX-10R karena Bahasa Program Bermasalah
Menurut Administrasi Keselamatan Transportasi Jalan Raya Nasional (NHTSA), 100% dari 1.529 Ninja ZX-10R keluaran 2019-2020 yang terlibat dalam penarikan ini dapat dipengaruhi oleh masalah tersebut. Foto/Ist
A+ A-
DETROIT - Kawasaki Motors Corp AS me-recall Ninja ZX10-R karena kesalahan pemrograman yang dapat menyebabkan mesin menjadi bumerang. (Baca juga: Royal Enfield Ciptakan Motor Listrik Retro Seharga Rp393 Juta)

Menurut pemberitahuan kerusakan yang diterbitkan oleh Administrasi Keselamatan Transportasi Jalan Raya Nasional (NHTSA), 100% dari 1.529 sepeda motor yang terlibat dalam penarikan ini dapat dipengaruhi oleh masalah ini. Model-model yang ditarik adalah Kawasaki Ninja ZX-10R keluaran 2019-2020, Kawasaki Ninja ZX-10R ABS (2019-2020), dan Kawasaki Ninja ZX-10RT ABS KRT Edition (2019-2020).

Pemberitahuan cacat yang diajukan oleh Kawasaki menjelaskan bagaimana pemrograman unit kontrol mesin (ECU) yang salah dapat menyebabkan mesin inline-four Ninja 998cc menjadi bumerang ketika pengendara menggunakan quick shifter. Bumerang berulang akhirnya bisa mendistorsi atau bahkan mematahkan katup hisap udara —komponen yang dirancang untuk membantu mengurangi emisi yang dihasilkan oleh mesin.



Laman Rideapart menyebutkan, dengan penggunaan jangka panjang, ketika katup hisap pecah maka gas buang dapat mengalir mundur dalam sistem pembuangan. Suhunya yang tinggi dapat menyebabkan komponen lain meleleh.

Kawasaki menyarankan untuk kasus yang paling ekstrem, masalah ini dapat menyebabkan kebakaran. Pabrikan akan berkomunikasi dengan pemilik sepeda motor yang terkena dampak melalui surat dan mengundangnya untuk membuat janji dengan dealer Kawasaki terdekat.

Dealer akan memprogram ulang ECU dan memeriksa katup isap udara dan komponen di sekitarnya. Jika ada tanda-tanda kerusakan pada salah satu bagian, semuanya akan diganti secara gratis.
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak