Ilmuwan Berhasil Kembangkan Embrio Manusia Tanpa Sel Telur Wanita

loading...
Ilmuwan Berhasil Kembangkan Embrio Manusia Tanpa Sel Telur Wanita
Ilmuwan Belanda berhasil kembang embrio manusia selama 14 hari. FOTO/ DAILY
AMSTERDAM - Para ilmuwan Belanda mengumumkan berhasil mengembangkan embrio manusia tanpa bantuan sel telur wanita. Teknik ini diklaim dapat digunakan untuk membuat embrio manusia buatan di masa depan.

Seperti dilansir dari The Sun, Kamis 11/6/2020, Para peneliti dari University of Cambridge dan Hubrecht Institute di Belanda berhasil menumbuhkan "embrio" manusia di laboratorium menggunakan sel induk saja.BACA JUGA - Hadapi Gelombang Kedua COVID-19, WHO Ingatkan Semua Negara Tidak Longgarkan Aturan

Para ahli mengatakan terobosan besar akan membiarkan mereka mempelajari tahap pertama kehidupan untuk mengungkap penyebab manusia cacat lahir dan infertilitas.

Laboratorium menciptakan "cetak biru bayi" sangat mirip dengan embrio manusia berusia tiga minggu tetapi tidak memiliki sel yang dibutuhkan untuk membentuk otak. BACA JUGA - Gendong Mesin 125cc, Honda Hadirkan Penantang Baru Yamaha Nouvo

Embrio itu tidak pernah dapat berhasil dikembangkan sehingga memungkinkan peneliti untuk menghindari aturan tentang eksperimen tersebut.



Namun Ilmuwan mengklaim penelitian ini adalah resmi dan akan menjadi ilegal bila membiarkan embrio yang diciptakan berkembang melampaui 14 hari.

Kemajuannya adalah pertama kalinya para ilmuwan dapat secara langsung mempelajari perkembangan manusia pada sekitar tiga minggu dan hal ini disebut sebagai periode "kotak hitam" karena mereka tidak dapat mempelajarinya sebelumnya.

Dr Naomi Moris dari Universitas Cambridge mengatakan: "Sistem model baru sangat menarik ini akan memungkinkan kita untuk menyelidiki proses perkembangan embrio manusia purba di laboratorium."

Sementara itu, Rekan peneliti Profesor Alfonso Martinez-Ari mengatakan: “Model kami menghasilkan bagian dari cetak biru manusia.

"Sangat menarik untuk menyaksikan proses perkembangan yang sampai sekarang telah disembunyikan dari pandangan." tambahnya.



Sampai sekarang, para ilmuwan telah melakukan percobaan dengan membuat embrio manusia dari proses fertilisasi in vitro (IVF). Proses ini menggabungkan sperma dan telur di laboratorium. Namun, embrio tersebut dimusnahkan setelah dua minggu.

Para ilmuwan kini tertarik untuk memiliki persediaan embrio manusia, yang tidak akan tergantung pada sperma dan telur.
(wbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top