Mengupas Mitos hingga Takhayul Dibalik Peristiwa Gerhana Matahari

loading...
Mengupas Mitos hingga Takhayul Dibalik Peristiwa Gerhana Matahari
Sama seperti fenomena alam lainnya, Gerhana Matahari Cincin Api juga tidak terlepas dari mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Foto/Ist
JAKARTA - Bulan Juni 2020 menjadi bulan yang penting bagi pecinta astronomi, karena di bulan ini banyak terjadi fenomena langit yang menyambangi Bumi. (Baca juga: Alquran Pertama Kali Dibaca di Angkasa oleh Putra Raja Salman)

Setelah Gerhana Bulan Penumbra, besok penduduk Bumi akan diperlihatkan Gerhana Matahari Cincin Api.

Sama seperti fenomena alam lainnya, Gerhana Matahari Cincin Api juga tidak terlepas dari mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat.

Beberapa mitos yang berkembang tersebut bahkan dipercayai oleh sebagian besar masyarakat bahwa fenomena ini bukan hanya fenomena alam biasa. Peristiwa alam itu dimaknai khusus, bahkan menyentuh sisi mistis.

Dilansir SINDOnews dari laman The Federal, berikut mitos yang dipercaya terjadi saat Matahari lenyap dari langit.



Setan Lapar
Di Vietnam, orang percaya bahwa Gerhana Matahari disebabkan oleh katak raksasa yang melahap Matahari. Sementara yang lain percaya serigala-lah yang memakan Matahari.

Sementara itu di China kuno, percaya ada seekor naga langit menjadikan Matahari sebagai santap siang yang menyebabkan Gerhana Matahari.

Sedangkan menurut mitologi Hindu, Dewa Rahu dipenggal oleh para dewa kerena menangkap dan meminum Amrita, nektar para Dewa. Kemudian, kepala Rahu terbang ke langit dan menelan Matahari yang akhirnya menyebabkan gerhana.

Penjelasan lain datang dari cerita rakyat Korea. Dalam cerita menunjukan Gerhana Matahari terjadi karena anjing-anjing mistis berusaha mencuri Matahari.

Gerhana Matahari dipercaya orang Yunani Kuno menjadi pertanda dewa-dewa yang marah. Itu menjadi awal dari bencana dan kehancuran.



Takhayul Modern
Banyak orang yang masih percaya melihat gerhana sebagai pertanda kejahatan yang membawa kematian, kehancuran, dan bencana. Kesalahpahaman yang populer adalah Gerhana Matahari dapat membahayakan wanita hamil dan anak-anak mereka yang belum lahir.

Dalam banyak budaya, anak-anak kecil dan wanita hamil diminta untuk tinggal di dalam rumah selama gerhana berlangsung.

Di India, banyak orang yang berpuasa saat Gerhana Matahari. Mereka meyakini makanan yang dimasak saat gerhana akan beracun dan tidak murni.

Tidak semua takhayul di sekitar Gerhana Matahari adalah tentang malapetaka. Di Italia, misalnya, diyakini bunga yang ditanam selama Gerhana Matahari lebih cerah dan lebih berwarna daripada bunga yang ditanam di waktu lain sepanjang tahun.
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top