alexametrics

Lazada ajak UKM bergabung kembangkan bisnis

loading...
Lazada ajak UKM bergabung kembangkan bisnis
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A+ A-
Sindonews.com - Banyak cara bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) menawarkan produknya ke konsumen. Penjualan melalui online menjadi salah satu jalan yang sangat menjanjikan.

Bahkan, toko online di Indonesia dari tahun ke tahun semakin menjamur. Salah satunya Lazada.com yang secara jelas mengajak pelaku UKM untuk bergabung dalam mengembangkan bisnis.

"Lazada menawarkan satu solusi untuk yang mau hadir di e-commerce. Kita punya satu sistem Lazada Marketplace. Jadi, pelaku UKM bisa berjualan melalui Lazada," kata Head of Marketing Lazada, Adhitya Jamaludin dalam acara Rountable Discussion di Auditorium Gedung Sindo, Rabu (26/3/2014).



Dia mengatakan, Marketplace Lazada sangat kuat, karena pihaknya mempunyai fraud detection system (sistem deteksi penipuan). "Kita tidak lupa bahwa UKM bagian dari Lazada. Jika berjualan melalui Lazada, caranya persaingan yang sehat," ujarnya.

Selain itu, pihaknya tidak membedakan UKM dengan yang lain. Semuanya diberikan kenyaman dan kemudahan yang sama. Menurutnya, bagi UKM sangat menjanjikan untuk menjual barangnya melalui online. Apalagi saat ini pengguna smartphone semakin banyak. Kondisi membuat akses ke internet semakin terbuka.

Namun, di tengah pengguna internet yang semakin besar, persaingan pun makin ketat. Karena semuanya bisa membuka toko online. Lazada mengklaim bahwa Lazada sangat tepat bagi UKM. "Jika yang ingin memeprluas bisnisnya, Lazada menjadi solusi yang tepat bagi UKM," kata dia.

Apalagi, kata dia, Lazada menyiapkan tim konsultan untuk para UKM agar produknya bisa cepat laku. Pihaknya akan memberikan informasi penting kepada UKM agar produknya laris. Misalnya, memberikan masukan produk apa saja dan daerah mana saja yang cocok bagi produk UKM tersebut.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak