alexametrics

Setelah Twitter, giliran You Tube diblokir di Turki

loading...
Setelah Twitter, giliran You Tube diblokir di Turki
Foto: Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Belum lama pemerintah Turki memblokir Twitter untuk negaranya sekarang giliran You Tube yang agan diganjal masuk alias di blokir. nampaknya pemerinta Turki melakukan kebijakan yang represif. Pihak Turki mengatakan kalau pemblokiran tersebut dilakukan karena karena adanya aksi militer Suriah yang dipublikasikan di situs streaming video itu.

Seperti yang diberitakan lewat Reuters, Jumat (28/3/2014) pemerintah Turki mengatakan mereka telah mengambil " tindakan administratif " untuk memberlakukan blok di YouTube , seminggu setelah mereka memblokir akses Twitter .

Pihak Google masih mempelajari dan menunggu laporan tentang kabar ini, maka pihaknya belum memberikan pernyataan resminya terkait pemblokiran YouTube di Turki itu.



Sejauh ini masalah yang mencuat adalah masalah keamanan menjelang pemilihan umum 30 Maret mendatang. Menurut mereka ini berkaitan dengan Masalah keamanan Nasional Turki.

Seorang pengguna YouTube memposting sebuah video yang memperlihatkan adanya percakapan antara pimpinan lembaga intelejen Turki, menteri luar negeri serta pimpinan militer. Pembicaraan tersebut pun dilakukan terkait kemungkinan adanya intervensi militer ke Suriah.

Masyarakat Turki berspekulasi kalau penutupan akses YouTube di Turki pasti berkaitan dengan video percakapan itu. Larangan di Twitter telah memicu kemarahan di Turki dan kecaman internasional . Tak lama kini giliran YouTube yang menjadi masalah, hingga muncul hashtag # YoutubeBlockedinTurkey menjadi tren global.

Meskipun beberapa pengguna membela keputusan terakhir pemerintah mengingat sifat sensitif dari rekaman. Namun beberapa pengguna YouTube di Turki pun mengkonfirmasi kebenaran pemblokiran tersebut melalui jejaring sosial Twitter.
(dol)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak