alexametrics

Bisnis online diyakini tumbuh 50% tahun ini

loading...
Bisnis online diyakini tumbuh 50% tahun ini
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A+ A-
Sindonews.com - Transaksi bisnis online di tanah air diyakini dapat tumbuh 50 persen tahun ini, setelah dua tahun sebelumnya rata-rata naik 35 persen.

Produk fashion saat ini semakin marak dalam bisnis online yang mulai menyaingi produk gadget dan IT. Saat ini, para konsumen sudah tidak bergantung harus menyentuh bahan atau kebiasaan berbelanja tradisional.

CEO Blibli.com, Kusumo Martanto mengatakan, potensi jual beli online semakin meningkat dengan produk fashion. Masyarakat lebih memilih menghemat waktu dengan membeli secara online daripada harus pergi ke toko.



Porsi transaksi segmen pakaian saat ini sudah dapat mengimbangi produk gadget dan minat khusus. "Kami sudah mulai layani produk fashion sejak tahun lalu dan saat ini produk gadget mulai tersaingi dengan porsi sama 35 persen. Sedangkan produk minat khusus atau hobyist sekitar 30 persen," ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Dia mengatakan, di awal berdirinya perseroan fokus pada jual beli gadget. Sehingga porsi gadget mencapai 80 persen. Namun saat ini pihaknya juga melayani busana muslim yang sangat potensial di tanah air. Setiap bulan perseroan harus menambah seribu item produk pakaian setiap bulan karena tingginya minat konsumen.

"Bisnis kami masih tumbuh tiga kali baik secara revenue, transaksi, dan pengguna. Saat ini kontribusi pengguna lama sebesar 60 persen dibanding pengguna baru," ujarnya.

Ke depan, potensi produk fashion masih akan tumbuh dengan momen piala dunia. Para konsumen bahkan sudah mulai menanyakan produk yang disediakan. Untuk itu pihaknya telah memiliki 14 opsi transaksi yang dapat memudahkan pelanggan.

"Saat ini pembayaran bahkan dapat dilakuan lewat transfer pulsa. Sedangkan mayoritas transaksi masih menggunakan kartu kredit dan internet banking," ujarnya.
(izz)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak