alexametrics

Rumah.com Sarankan Tiga Langkah Penting Sebelum Anda Beli Rumah

loading...
Rumah.com Sarankan Tiga Langkah Penting Sebelum Anda Beli Rumah
Rumah.com memberikan saran terkait rencana masyarakat yang ingin membeli rumah pertamanya. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Rumah.com, aplikasi dan situs pencarian rumah, mencatat Bank Indonesia menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25% pada pertengahan Juni kemarin. (Baca juga: Aplikasi Flokq Bantu Milenial Cari Hunian Sesuai Selera)

Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemik COVID-19.

Penurunan BI7DRR menjadi 4,25% merupakan rekor terendah setelah sebelumnya terjadi di akhir 2017 hingga awal 2018 lalu. BI sendiri ke depannya tetap melihat adanya ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.



Marine Novita, Country Manager Rumah.com, menjelaskan, kebijakan penurunan ini menjadi angin segar bagi industri properti. Di tengah adaptasi kebiasaan baru menuju era New Normal, kebijakan tersebut bisa menjadi daya topang dan mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk stimulus bagi industri properti.

Karena suku bunga acuan yang turun dapat mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR)-nya. “Dalam kondisi seperti sekarang ini diharapkan perbankan dapat merespons secara cepat untuk menurunkan suku bunga kreditnya termasuk KPR," ujar Marine.

Penurunan suku bunga acuan BI memang tidak akan langsung berpengaruh terhadap rate yang efektif di level konsumen, apalagi bagi nasabah yang sudah ada. Sehingga penurunan ini akan lebih terasa bagi mereka yang baru akan mengambil KPR.

Tidak ada salahnya calon debitur KPR untuk mempersiapkan diri lebih awal apalagi bagi mereka yang masih memiliki utang atau cicilan lainnya. Hal ini juga sejalan dengan hasil survei PropertyGuru Consumer Sentiment Study H1 2020, di mana Rumah.com mengungkap potret pencari rumah di Indonesia: proporsi yang belum punya rumah, dan minat mencari rumah terbesar di ASEAN.

Secara umum di kawasan Asia Tenggara mayoritas calon pembeli rumah memiliki kebiasaan yang sama untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah. Sebanyak 69% responden di Indonesia memiliki kebiasaan tersebut yang merupakan tertinggi kedua setelah Singapura (70%), tapi lebih tinggi daripada Malaysia (56%) dan Thailand (44%).

PropertyGuru Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh PropertyGuru bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 4.042 responden dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand yang dilakukan pada bulan Juli-Desember 2019. Survei ini dilakukan oleh PropertyGuru sebagai portal properti di Asia Tenggara untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di kawasan.

Sementara sebagian kecil calon pembeli rumah di kawasan Asia Tenggara memiliki kebiasaan untuk memulai menabung setelah mendapatkan estimasi harga rumah. Sejumlah 20% responden Indonesia mempunyai kebiasaan tersebut dan merupakan paling rendah di kawasan. Sementara Malaysia sejumlah 30% responden, Singapura 22% responden, dan Thailand 31% responden.

Hal tersebut menunjukkan responden di Indonesia dan Singapura memiliki kecenderungan untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah, daripada menabung setelah mengetahui harga rumah. Sedangkan dalam hal kepemilikan properti, responden dari Indonesia paling sedikit kepemilikannya di kawasan Asia Tenggara (54%) dan merupakan respondon paling banyak yang masih tinggal dengan orang tua mereka (23%). Sedangkan sisanya adalah penyewa hunian/properti (20%) dan investor properti (7%).

“Meskipun demikian responden Indonesia justru menunjukkan intensi paling tinggi di kawasan dalam rencana pembelian properti sejumlah 89% memiliki keinginan untuk membeli properti di dalam negeri. Sedangkan 6% responden lainnya mempunyai intensi untuk membeli properti di luar negeri, 3% responden tidak memiliki keinginan untuk membeli properti dan 6% responden lainnya tidak tahu,” beber Marine.

Bagi responden di Indonesia, hambatan utama yang dihadapi ketika akan mengambil KPR adalah tidak mampu membayar uang muka (51%), pekerjaan atau pendapatan yang tidak stabil (39%), dan rekam jejak kredit yang jelek (30%).

Tetapi, dia mengingatkan, calon pembeli rumah yang mau memanfaatkan KPR jangan lupa untuk memikirkan kelayakan dan kolektibilitas dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang saat ini sepenuhnya dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta jumlah angsuran bulanan.

Menurut Marine, di tengah COVID-19 yang masih berlangsung sampai sekarang ini sekaligus adanya adaptasi kebiasaan baru menuju New Normal, protokol kesehatan yang selama ini sudah berjalan bisa terus diterapkan termasuk di industri properti. Pembatasan atau pengurangan pertemuan tatap muka untuk sementara waktu masih harus dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus Corona.

Rumah.com menyarankan pencari rumah mengambil tiga langkah penting sebelum memutuskan membeli rumah. Langkah pertama, mencari informasi seputar dan rencana infrastruktur wilayah hunian yang menjadi incaran. Sehingga bisa mendapatkan gambaran bagaimana nantinya lingkungan hunian akan berkembang dan mengetahui bagaimana sarana infrastruktur akan tersedia termasuk transportasi massal.

Langkah kedua, mencari informasi perbandingan harga properti satu lokasi yang sama maupun di sekitarnya. Tujuannya supaya bisa mendapatkan kisaran harga properti yang akurat dan sesuai fasilitas hunian yang didapatkan. Plus mencegah konsumen membeli properti di luar batas kewajaran.

Sedangkan langkah ketiga adalah melakukan simulasi KPR dan penghitungan plafon sesuai tingkat penghasilan agar konsumen bisa mengetahui perkiraan uang muka, perkiraan besar pinjaman, dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan. Ini bisa mencegah konsumen tidak mampu membayar besaran cicilan di kemudian hari.

"Beragam informasi yang dibutuhkan oleh konsumen yang pertama kali akan membeli rumah, semuanya bisa didapatkan di Rumah.com," pungkas Marine.
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak