alexametrics

Demi Harga Murah Galaxy M51, Samsung Blusukan ke China Cari Layar OLED

loading...
Demi Harga Murah Galaxy M51, Samsung Blusukan ke China Cari Layar OLED
Samsung Galaxy M51 difokuskan menjadi perangkat seri M paling kuat sepanjang tahun 2020 berjalan. Handphone akan membawa Snapdragon 730 bersama RAM 8 GB dan daya ingat 128 GB. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews
A+ A-
SEOUL - Samsung mungkin menjadi salah satu pembuat layar ponsel terbaik yang ada di pasaran, tapi produknya bukan yang paling terjangkau. Itulah yag mendorong perusahaan tersebut memutuskan tidak menggunakan layar internal untuk Galaxy M51, ponsel dengan harga terjangkau. (Baca juga: Samsung akan Hadirkan Galaxy S20 Lite di Bulan Oktober)

Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan telah meningkatkan fokusnya pada seri midtier "A" dan Galaxy M. Keduanya telah membantu perusahaan meningkatkan penjualannya pada saat flagship-nya dianggap kurang laku dari harapan.

Laman GSM Arena menyebutkan, Galaxy M51 difokuskan menjadi perangkat seri M paling kuat hingga saat ini. Kemungkinan handphone akan membawa chipset Snapdragon 730 bersama RAM 8 GB dan memori bawaan 128 GB.



Handphone ini akan datang dengan panel Super AMOLED berpemindai sidik jari tertanam di layar. Kamera utama pada bodi belakangnya berkekuatan 64 MP.

Galaxy M51 Dibangun memanfaatkan Popularitas Galaxy A51
Menurut sebuah laporan, Galaxy M51 akan menjadi versi yang terjangkau dari Galaxy A51, yang telah terbukti cukup populer secara global.

Orang dalam rantai pasokan, Ross Young mengklaim, layar akan dibeli dari China Star OLED. Ini akan menjadi smartphone Galaxy pertama dengan layar OLED yang tidak diproduksi Samsung sendiri.


Pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli dan handphone akan diluncurkan pada September 2020 di India. Belum ada kabar tentang peluncuran Eropa, tapi kita mungkin akan mendengarnya nanti. Handset itu pastinya akan sampai ke negara-negara Asia lainnya juga.

Sebelum, pabrikan OLED asal China lainnya, BOE, batal memasok panel ke Samsung dan Apple. Alasannya, BOE gagal memenuhi standar kualitas yang disyaratkan perusahaan.
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak