alexametrics

SpaceX Bersiap Luncurkan Satelit GPS untuk Pasukan Luar Angkasa AS

loading...
SpaceX Bersiap Luncurkan Satelit GPS untuk Pasukan Luar Angkasa AS
Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa satelit navigasi GPS III SV03 untuk Angkatan Udara AS berdiri di atas landasan peluncurannya di Space Launch Complex 40 dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida, AS. Foto/SpaceX
A+ A-
FLORIDA - Sore ini (waktu Florida, AS), SpaceX akan meluncurkan satelit GPS baru untuk Pasukan Luar Angkasa AS di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS). Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Departemen Pertahanan untuk memperbarui konstelasiglobal positioning satellite (GPS) yang sudah ada di orbit. (Baca juga: WHO: Yang Terburuk dari Pandemi Virus Corona 'Belum Datang')

Satelit ini akan menggantikan salah satu satelit GPS yang lebih tua yang saat ini ada dalam sistem, atau mempertahankan jumlah total satelit di ruang angkasa pada jumlah 31.

Laman The Verge melaporkan, kni adalah model satelit GPS ketiga dari jenisnya yang diluncurkan ke orbit. Bagi SpaceX ini yang kedua kalinya mereka meluncurkan pesawat ruang angkasa untuk GPS.



Disebut GPS III SV03, itu bagian dari blok satelit yang dikenal sebagai GPS III, dirancang dan dibangun oleh Lockheed Martin. Mereka mengklaim, dibandingkan GPS yang lebih tua, satelit GPS III "memiliki akurasi tiga kali lebih baik dan hingga delapan kali meningkatkan kemampuan anti-jamming".

Wahana antariksa itu juga menampilkan sejumlah fitur baru. Mereka dapat menyiarkan sinyal baru yang dimaksudkan untuk membantu warga sipil dan pengguna komersial satelit, dan mereka juga dapat berkomunikasi dengan satelit navigasi lainnya -seperti konstelasi Galileo Eropa.

Dengan begitu, orang yang menggunakan sistem GPS dapat terhubung dengan lebih banyak satelit di ruang angkasa. Plus, pesawat ruang angkasa dapat bertahan lebih lama di ruang angkasa daripada pendahulunya.

Misi ini adalah yang pertama bagi SpaceX untuk Angkatan Luar Angkasa AS, di bawah Angkatan Luar Angkasa AS yang baru dibentuk dan ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada Desember 2019. Angkatan Angkasa akan beroperasi di bawah Departemen Angkatan Udara, dan bakal mengawasi semua ruang angkasa operasi.
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak