Netizen Harus Hati-hati Beli Produk Murah di Medsos, Ini Alasannya

loading...
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, berpendapat, akun-akun tersebut bisa jadi merupakan akun penipu yang berharap korbannya untuk mentransfer sejumlah uang.

Kebanyakan akun tersebut memiliki follower yang sangat banyak. Jadi bukan akun yang baru dibuat untuk melakukan penipuan.

Ada juga kemungkinan membajak akun Instagram yang memiliki follower banyak atau membeli follower dan mengganti nama akun menjadi seperti penjualan yang sah. "Wah ini genre baru yang mengalami kemunduran yah. Jadi penipunya mengharapkan korbannya percaya terhadap akun-akun yang di-create atau di curi," ujar Alfons kepada SINDOnews melalui pesan singkat, Jumat (3/7/2020).

Salah satu fitur yang dimanfaatkan oleh penipu ini adalah mudahnya mengganti nama user instagram. Sehingga penipu dengan mudah melakukan penggantian nama akunnya dan disesuaikan dengan tema penipuan yang ingin dilakukan.

"Misalnya dia ingin membuat akun penipuan berjualan sepeda Brompton, maka ia tinggal mengubah nama akunnya sesuai dengan tema sepeda dan menggunggah gambar-gambar sepeda brompton dengan spesifikasi lengkap dan harga yang menarik diskon, sampai dengan 90%," bebernya.
(iqb)
halaman ke-2 dari 2
KOMENTAR ANDA
Top