alexametrics

8 Aplikasi Video Call Populer Berdasarkan Jaminan Keamanannya

loading...
8 Aplikasi Video Call Populer Berdasarkan Jaminan Keamanannya
Pandemik virus Corona memaksa orang untuk tetap di rumah saja. Hal ini menambah permintaan akan aplikasi konferensi video, tapi tak semuanya aman. Foto/Ist
JAKARTA - Di tengah masa pandemik Covid-19, layanan panggilan video menjadi sangat populer. Berbagai penyedia layanan pun berlomba memberikan kualitas terbaik bagi para penggunanya. (Baca juga: Keamanan Bermasalah, Zoom Minta Pengguna Beralih ke Versi Terbaru)

Namun bagaimana dengan tingkat keamanan pada masing-masing layanan? Baru-baru ini sebuah riset dilakukan oleh para peneliti keamanan dengan Mozilla, sebuah organisasi nirlaba privasi, untuk mengevaluasi keamanan pada beberapa aplikasi panggilan video.



Di antara platform tersebut terdapat nama-nama terkenal seperti Zoom, Google Hangouts, Skype, dan Microsoft Teams.

Evaluasi ini memberikan nilai pada masing-masing aplikasi untuk tingkat keamanannya.



Dirangkum dari laman Business Insider, berikut 8 (delapan) besar aplikasi dengan nilai tertinggi pada temuan di panduan Mozilla "Privacy Not Include".

1. Zoom: 5/5 bintang
Laporan ini mengakui jika Zoom memiliki banyak masalah soal privasi dan keamanan. Namun masalah tersebut diiringi dengan peningkatan keamanan yang dilakukan Zoom.
8 Aplikasi Video Call Populer Berdasarkan Jaminan Keamanannya

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu Zoom memang menjanjikan adanya perbaikan celah keamana dalam 90 hari. Hasilnya dalam laporan Mozilla ini, Zoom memiliki nilai tinggi menggunakan enkripsi, merilis perbaikan bug, dan mengatur perlindungan kata sandi yang kuat.

2. Skype: 5/5 bintang
Berikutnya ada pemain lawas, Skype, yang dikatakan dengan fitur blur pada background menambah privasi penggunanya. Selain itu platform ini juga menggunakan terjemahan bahasa secara real-time dan tidak seperti beberapa aplikasi lain, menelepon menggunakan nomor reguler.

3. Facebook Messenger: 5/5 bintang
Salah satu produk dari keluarga besar Facebook ini mendapatkan skor sempurna karena melakukan perbaikan bug secara regular, enkripsi, dan proteksi pada password.
8 Aplikasi Video Call Populer Berdasarkan Jaminan Keamanannya

Namun Mozilla juga memberikan catatan jika Messenger bisa mengumpulkan data lewat fitur kamera.

4. Microsoft Teams: 5/5 bintang
Mozilla menilai Microsoft Teams karena telah melakukan sejumlah langkah keamanan selama beberapa bulan terakhi. Aktivitas itu dilakukan bersamaan saat Zoom dihantam isu keamanan.

5. Blue Jeans: 5/5 bintang
Platform video call yang berfokus untuk bisnis juga memiliki nilai sempurna pada laporan ini. Namun Mozilla mengkritik pemiliknya yakni Verizon karena menentang netralitas, memperingatkan bahwa secara teoritis bisa throttling atau pembatasan aplikasi video call lain di jaringannya demi Blue Jeans.

6. FaceTime: 4,5/5 Bintang
Menurut Mozilla, FaceTime memenuhi persayaratan keamanan dasar. Namun dalam laporan, platform itu dikritik karena tidak menggunakan password untuk panggilan antarpengguna.

7. WhatsApp: 4,5 / 5 bintang
WhatsApp juga mendapat nilai tertinggi di semua kategori. Kecuali untuk kategori proteksi password, aplikasi ini tidak memerlukan kata sandi saat mengakses fungsi video call.
8 Aplikasi Video Call Populer Berdasarkan Jaminan Keamanannya

8. Discord: 4,5/ 5 bintang
Discord memang menyediakan layanan pesan untuk forum dan grup, namun mereka juga membangun layanan untuk panggilan video pribadi.

Mozilla mencatat persayaratan privasi Discord sangat longgar contohnya peneliti bisa menggunakan password 111111.

Juru bicara Discord mengatakan jika pihaknya telah bekerja sama dengan Mozilla untuk memastikan mereka memiliki informasi terkait fitur privasi dan keamanan.

"Mengenai kata sandi, kami telah memperbarui pengaturan kami untuk mencegah kata sandi yang tidak cukup kompleks atau yang sebelumnya telah dikompromikan oleh layanan lain agar tidak digunakan," kata juru bicara Discord.
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak