alexametrics

Amoeba yang Menggeregoti Otak Manusia Ditemukan di Florida

loading...
Amoeba yang Menggeregoti Otak Manusia Ditemukan di Florida
Departemen Kesehatan Florida mencatat sudah ada 143 kasus infeksi amoeba jenis Naegleria fowleri, sejak 1962 sampai 2016. Dari total kasus, hanya empat orang yang dinyatakan selamat. FOTO/ IST
FLORIDA - Amoeba diketahui dapat menggerogoti sel saraf otak manusia. Bahkan, efek yang ditimbulkan bisa menyebabkan kematian. Hal ini diungkapkan oleh Departemen Kesehatan Florida, Amerika Serikat.

Departemen tersebut mencatat sudah ada 143 kasus infeksi amoeba jenis Naegleria fowleri, sejak 1962 sampai 2016. Dari total kasus, hanya empat orang yang dinyatakan selamat. BACA JUGA - China Kembali Lahirkan Virus Baru, Pes Hantui Penduduk Mongolia



Mengutip dari CNN, Senin (6/7/2020), Naegleria fowleri merupakan organisme bersel satu yang hidup di perairan hangat seperti danau, sungai, sumber air panas, serta air tanah. Dan menjadi satu-satunya spesies serupa yang telah teridentifikasi menginfeksi manusia. BACA JUGA - 8 Motor Ngebul Bekas yang Harganya Semakin Ugal-Ugalan di 2020

Amoeba masuk ke dalam tubuh manusia melalui air yang terhisap oleh hidung ketika seseorang menyelam di perairan hangat seperti danau atau sungai. Bahkan juga ada di kolam renang yang minim zat klorin.



Orang-orang yang telah terinfeksi dengan amoeba ini memiliki gejala seperti demam, mual dan muntah serta leher yang kaku, halusinasi, hingga koma. Sebagian besar pasien meninggal dunia akibat infeksi ini dalam waktu seminggu.

Gejala tersebut hampir mirip dengan meningitis akibat bakteri. Dokter pun kerap kesulitan mendiagnosis anatara meningoencephalitis atau radang otak parah akibat Naegleria fowleri.

Departemen Kesehatan Flordia juga mengaku sudah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk menghindari kegiatan berenang di air tawar, terutama ketika airnya sedang hangat.
(wbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak