alexametrics

Duet dengan Ponsel, Sarung Tangan Canggih Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat

loading...
Duet dengan Ponsel, Sarung Tangan Canggih Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat
Para peneliti di UCLA telah mengembangkan sarung tangan berteknologi tinggi yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat menjadi teks, atau ucapan di smartphone. Foto/Ist
JAKARTA - Mempelajari bahasa isyarat bisa menjadi proses yang sulit dan panjang. Orang dengan gangguan pendengaran tidak memiliki banyak pilihan ketika berkomunikasi dengan orang lain, dan cukup sering mereka yang normal perlu belajar bahasa isyarat untuk "berbicara" dengan teman atau kerabatnya berkebutuhan khusus. (Baca juga: Amoeba yang Menggeregoti Otak Manusia Ditemukan di Florida)

Para peneliti di UCLA telah mengembangkan sarung tangan berteknologi tinggi yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat menjadi teks atau ucapan di smartphone, demikian laporan Engadget.



Sistem ini bekerja secara real-time dan dapat membedakan 660 tanda Bahasa Isyarat Amerika dengan akurasi hampir 99%. Sarung tangan menggunakan sensor yang dapat diregangkan di setiap jari yang terhubung ke papan sirkuit.

Ada konektivitas Bluetooth yang mentransmisikan sinyal dari sarung tangan ke telepon pintar. Sebuah aplikasi yang dirancang khusus, kemudian menginterpretasikan sinyal-sinyal ini ke dalam kata-kata dengan kecepatan sekitar 60 kata per menit.



Prototipe kurang besar daripada iterasi sebelumnya dari ide yang sama dan menggunakan bagian yang harganya kurang dari Rp720.000. Hanya ini masih jauh dari siap untuk digunakan secara massal.

Agar praktis, sistem harus mempelajari lebih banyak tanda dan meningkatkan kecepatan terjemahan. Namun tim di balik sarung tangan canggih ini berharap suatu hari sistem mereka dapat digunakan untuk mengajar lebih banyak orang bahasa isyarat. Sekaligus membantu menjembatani kesenjangan antara mereka dengan gangguan pendengaran dan pengguna bahasa bukan isyarat.
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak