alexametrics

Bukan Hanya RI, Negara Lain Juga Tuntut Data Center OTT di Dalam Negeri

loading...
Bukan Hanya RI, Negara Lain Juga Tuntut Data Center OTT di Dalam Negeri
Indonesia menginginkan data center-nya berada di dalam negeri guna mengamankan data penggunanya di Tanah Air. Foto/Ist
JAKARTA - Bukan hanya Indonesia yang memaksa layanan Over-The-Top (OTT) untuk menempatkan data center di dalam negeri. Ada juga India yang juga setengah mati menginginkan para OTT menempatkan data center mereka di negaranya. (Baca juga: Menkominfo: NIK Sumber Utama Data Pribadi yang Harus Dilindungi)

Menurut pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, itu dilakukan dengan tujuan jika ada masalah, para OTT bisa dipaksa untuk membuka data.



"India juga setengah mati memaksa harus menempatkan server di tempatnya, dengan tujuan apa lagi kalau ada macam-macam, ada orang bandellah, ada masalah politik, atau teroris dipaksa buka 'ini apa nih kita mau liat'," kata Alfon kepada SINDOnews, Rabu (8/7/2020).

"Tujuannya kan ke sana? Cuma si yang penyedia aplikasi ini juga mikir kalau misalnya mereka mengikuti nanti tidak ada yang mau menggunakan aplikasi saya," sambungnya.



Untuk itu, para OTT membuat sistem end-to-end encryption. Tujuannya, meski "badan" data center tidak ada di negara tersebut, tetap terjaga keamanannya. Walaupun OTT membuka data center di suatu negara, data yang ada tetap tidak bisa dibuka karena data yang ada sudah terenkripsi.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak