alexametrics

Lima Hal yang Salah tentang Game Mobile dan Kita Tak Menyadarinya

loading...
Lima Hal yang Salah tentang Game Mobile dan Kita Tak Menyadarinya
Game seluler yang beredar saat ini secara tidak langsung menguras keuangan para gamer. Padahal disebutkan bahwa game ini bebas untuk diunduh dan dimainkan. Foto/Ist
JAKARTA - Elemen permainan sangat terkait dengan budaya dan masyarakat kita. Ini adalah alat evolusi untuk membantu kita mempelajari hal-hal baru dengan cara yang paling menyenangkan. (Baca juga: Mengisi Waktu saat Pandemik, ini Delapan Game Online Populer 2020)

Saat ini, evolusi tersebut "berhenti" di game mobile modern. Namun ada banyak hal negatif yang pada akhirnya merusak filosofi game modern ini sendiri. (Baca juga: Kasus Positif Harian Capai 2.657, Jokowi: Ini Sudah Lampu Merah)



Merujuk laporan Phone Arena, berikut ini kesalahan-kesalahan yang ada di game seluler tapi kita tidak menyadarinya secara langsung:

1. Strategi shotgun -game seluler sebagai platform iklan
Salah satu masalah besar dengan game mobile adalah game mobile ada di mana-mana, seperti halnya smartphone itu sendiri. Karena itu, fakta ini adalah peluang lain bagi perusahaan untuk menjejali pengguna dengan iklan.
Lima Hal yang Salah tentang Game Mobile dan Kita Tak Menyadarinya

Game-nya sendiri sangat nyaman untuk diunduh sehingga kita memberikan semua sumber daya dan waktu yang biasanya dihabiskan perusahaan ini untuk menargetkan audiens-nya. Tapi itu bukan masalah utamanya.



Game seluler sangat bermanfaat sebagai platform iklan sehingga banyak pengembang mulai membuat game dengan tujuan tunggal meraup pendapatan melalui iklan. Kita memiliki jutaan game seluler di Google Play Store dan Apple AppStore, dan jutaan orang mengunduhnya di ponselnya. Tidak masalah apakah game itu baik atau buruk, iklan akan menemukan jalannya ke handphone seseorang. Demikian juga semua iklan.
halaman ke-1 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak