alexametrics

Perusahaan AS ini Minta Karyawan Hapus TikTok dari Ponsel

loading...
Perusahaan AS ini Minta Karyawan Hapus TikTok dari Ponsel
peringkat aplikasi TikTok. FOTO/ IST
WASHINGTON - Wells Fargo, perusahaan perbankan asal Amerika Serikat, menginstruksikan kepada para karyawan yang menginstal aplikasi TikTok pada perangkat perusahaan untuk segera menghapus aplikasi tersebut. Hal itu dilakukan menyusul kekhawatiran soal privasi.

"Kami telah mengidentifikasi ada sejumlah kecil karyawan Wells Fargo dengan perangkat milik perusahaan yang telah menginstal aplikasi TikTok pada perangkat mereka," kata juru bicara Wells Fargo dikutip dari The Verge, Senin (13/7/2020). BACA JUGA - Bukan Wanita Sembarangan, Inilah Profil Pengungkap Kebobrokan WHO-China



“Karena kekhawatiran tentang kontrol, praktik privasi dan keamanan TikTok, dan karena perangkat milik perusahaan hanya boleh digunakan untuk bisnis perusahaan, kami telah mengarahkan karyawan tersebut untuk menghapus aplikasi dari perangkat,” sambungnya.

Bank terbesar keempat di AS ini menambah rentetan perusahaan yang khawatir soal isu keamanan di TikTok saat karyawannya menggunakan aplikasi berbagi video tersebut. BACA JUGA - Saksi Persekongkolan Jahat WHO dan China, Tahu Kelemahan COVID-19



Sebelumnya, Amazon mengatakan telah mengirim email "salah" kepada karyawan untuk meminta mereka menghapus TikTok dari perangkat seluler dengan alamat email Amazon. BACA JUGA - Konsultan WHO asal China Bersaksi COVID-19 Hasil Persekongkolan Jahat

Perusahaan kemudian mengklarifikasi bahwa tidak ada perubahan pada kebijakan perusahaan saat ini sehubungan dengan TikTok.

TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan Cina ByteDance, adalah salah satu dari beberapa aplikasi yang baru-baru ini terungkap mengakses data clipboard pengguna saat berjalan di background.

Praktek ini ditemukan melalui fitur baru dalam versi beta iOS 14, yang mengingatkan pengguna ketika aplikasi menyalin dari clipboard.
(wbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak