alexa snippet

Aplikasi Ini Bisa Lindungi Ponsel Anak dari Pornografi

Aplikasi Ini Bisa Lindungi Ponsel Anak dari Pornografi
Aplikasi ini bisa lindungi ponsel anak dari pornografi. Foto: Droidindonesia
A+ A-
JAKARTA - Pemanfaatan ponsel yang semakin canggih, juga memberikan dampak negatif khususnya pada anak-anak. Untuk itu diperlukan sebuah aplikasi yang dapat melindungi anak dari pornografi melalui ponsel.

Survei Yayasan Kita dan Buah Hati mengungkap bahwa 76% anak di bawah usia 17 tahun di Jabodetabek sudah pernah melihat konten pornografi. Sebagian besar dari mereka mengakses konten pornografi melalui perangkat portabel seperti smartphone.

Robi Tanzil Ganefi bersama tiga rekannya pada awal Februari 2014 menciptakan aplikasi yang disebut Kakatu. Tujuannya sebagai aplikasi pelindung konten bagi anak-anak di bawah umur.

Menariknya, fungsi media parental control Kakatu bisa dilakukan jarak jauh. Secara khusus aplikasi yang dirancang bagi pengguna Android ini dapat digunakan untuk memfilter, serta mengawasi aplikasi yang bisa diakses pada gadget anak.

Robi Tanzil mengungkap, konten pornografi sekarang ini masih sangat meresahkan orang tua. “Kakatu ini kami ciptakan sebagai partisipasi untuk melakukan pencegahan peredaran konten pornografi secara lebih luas lagi. Kami ingin memberikan rasa aman bagi orang tua, terutama pekerja yang meninggalkan anak-anaknya di rumah sendirian tanpa pengawasan,” ungkapnya.

Kakatu, lanjut Robi, akan berfungsi membantu orang tua untuk mencegah anak agar tidak melihat atau mengakses konten-konten pornografi yang bebas untuk diakses. Aplikasi Kakatu dirancang dengan tiga fitur utama, yakni Remote Setting yang memberikan keleluasaan bagi orang tua untuk mengendalikan aplikasi yang terinstal pada smartphone anak.

Kemudian ada Usage History Analytic, fitur yang memberikan laporan statistik penggunaan kepada user. Apps Recommendation for Kids berfungsi memberikan rekomendasi aplikasi yang tepat untuk anak.

Kedepannya, Kakatu juga akan melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan serta mengembangkan ideide baru melalui fitur yang lebih aplikatif bagi kontrol orang tua terhadap anak.

“Hingga saat ini kesulitan yang tim lakukan adalah mengedukasi para orang tua untuk aktif mengawasi anak melalui smartphone. Karena orang tua kadang kalah canggih dengan anak terutama dalam penggunaan smartphone,” ungkap Robi tersenyum.
(dyt)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top