alexametrics

Inggris Kembangkan Implan Logam 3D untuk Gantikan Tulang Rusak

loading...
Secara garis besar, kemampuan yang dimiliki dari metode lama maupun baru adalah sama, yang berbeda hanyalah tampilan yang lebih elegan dan membuat pasien lebih percaya diri. Pasien yang mendapat implan logam baru juga dapat berjalan dalam waktu tiga bulan setelah operasi dilakukan.

Di Inggris, para dokter setidaknya telah memberikan perawatan dan pengobatan kepada sekitar 8.000 kasus patah kaki dalam setahun. Sebagian besar pasiennya dapat sembuh dalam waktu yang relatif cepat. Namun, ada beberapa kasus yang membuat para dokter harus berpikir keras, khususnya fragmen tulang yang tidak bisa menyambung kembali atau hancur.

Kasus tulang yang mengharuskan untuk dilakukan aputasi biasanya terjadi pada tulang kering atau tibia, yang dapat menyebabkan kesulitan berat dalam menahan beban. Jalan satu-satunya bagi pasien yang mengalami kerusakan parah adalah aputasi atau prosthesis. (Baca juga: Satu Desa Dihancurkan, Israel Paksa 200 Warga Palestina Pergi)

Dokter akan menawarkan metode yang disebut dengan pengangkutan tulang menggunakan penjepit logam yang dikenal sebagai fixator ekstrator eksternal. Ini akan memakan waktu sekitar enam bulan lamanya.

Dokter juga dapat menanamkan pen masuk ke tulang melalui kulit untuk menyeret tulang yang terpisah secara perlahan. Kemudian, ruang kosongnya akan memberi celah bagi tulang baru untuk tumbuh.

Namun, metode ini masih dinilai berisiko tinggi terhadap infeksi, luka di kulit harus selalu dibersihkan secara teratur dan prosesnya juga panjang. Seluruh perawatannya dapat memakan waktu lebih dari dua tahun. Ini akan mengganggu kekebalan tubuh pasien, khususnya para lansia.

Tulang adalah jaringan hidup yang terus-menerus dipecah, diganti dan diserap oleh tubuh. Jika tulang patah, fragmen membutuhkan suplai darah untuk sembuh. Ini disediakan oleh jaringan lunak terdekat.
halaman ke-2 dari 4
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak