Masuki China, Nissan Beri Sinyal Gandeng Dongfeng Motor Group

loading...
Masuki China, Nissan Beri Sinyal Gandeng Dongfeng Motor Group
Markas Nissan di Jepang. FOTO/ IST
BEIJING - Nissan sedang berjuang tidak hanya dalam hal penjualan, tetapi juga menghadapi skandal mantan bos besarnya Carlos Ghosn. Ini memaksa Nissan untuk memikirkan kembali strateginya dengan sekutu Renault dan Mitsubishi, di mana Nissan harus fokus pada tiga pasar utama - Amerika Serikat, Jepang, dan China.BACA JUGA - SUV Buatan China yang Bikin Produsen Otomotif Eropa dan Jepang Melongo

Pemilihan China sebagai lokasi utama Nissan bukan hanya sekedar iseng, karena Nissan adalah salah satu negara adidaya Jepang yang berbasis di sana.BACA JUGA- Viral di TikTok, Polisi Magelang Buru Wanita Pamer Pantat saat Naik Skutik

Pasalnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Automotive News Eropa, Nissan kini menjadi salah satu perusahaan Jepang terkuat di urutan keempat setelah Volkswagen dan GM-SAIC Motor.

Di China, Nissan menjalin kemitraan strategis dengan Dongfeng Motor Group, dan inisiatifnya diprakarsai oleh Carlos Ghosn sendiri dalam upaya memperkuat kehadiran Nissan di China Daratan.



Menurut presiden Dongfeng Motor Shohei Yamazaki, "Merek yang lemah akan terus melemah, merek yang kuat akan menjadi lebih kuat, dan ini adalah peluang bagi kamiTapi begitu kita gagal mempertahankan atau memperbaiki merek, itu menjadi risiko besar,” jelasnya Automotive News Europe

Pasar China tentunya bukan pasar yang bisa dianggap remeh, karena total penjualan Nissan di negara tersebut menyumbang sepertiga dari total penjualan global Nissan sebesar 4,93 juta unit per tahun.

Faktanya, model sedan Nissan Sylphy sekarang menjadi model terlaris di sana untuk paruh pertama tahun 2020, mengalahkan model Volkswagen Lavida menurut data dari China Passenger Car Association (CPCA).



Perwakilan CPCA Cui Dongshu menjelaskan, "Kekuatan Nissan di China adalah karena langkah mereka melalui pengenalan model kompetitif belakangan ini.

“Namun menjadi tantangan besar bagi Nissan untuk bersaing dengan Toyota, karena reputasi Toyota yang telah terbukti dalam inovasi teknologi mampu merebut hati para konsumennya termasuk konsumen Lexus.
(wbs)
KOMENTAR ANDA
Top