Laris Manis, Wabah Virus Corona Bawa Berkah untuk Sony PS5 dan Xbox X Series

loading...
Laris Manis, Wabah Virus Corona Bawa Berkah untuk Sony PS5 dan Xbox X Series
Sony PS5 berbagai platform terjual habis dalam waktu 24 jam. Sedangkan konsol game Xbox Series X/S Microsoft juga mengalami nasib yang sama. Foto/Ist
TOKYO - Wabah virus Corona menyebabkan banyak perubahan pola perilaku dan rutinitas banyak orang. Di seluruh dunia, ada kebutuhan orang untuk tinggal di dalam rumah agar tetap aman. (Baca juga: Resmi, Ini Harga PlayStation 5 dan Jadwal Rilisnya)

Artinya, banyak orang harus mencari cara alternatif untuk menyibukkan diri di rumah. Tentu saja, ini meningkatkan waktu layar bagi banyak orang. Sejumlah orang juga menggunakan konsol gameuntuk hiburan. Menurut laporan terbaru, Sony PS5 dan Microsoft Xbox Series X yang baru diluncurkan laris manis dipesan gamer.

Untuk Sony PS5, inventaris di berbagai platform terjual habis dalam waktu 24 jam. Sedangkan konsol game Xbox Series X/S Microsoft telah dijual sebelumnya melalui berbagai saluran di Amerika Utara, Jepang, dan tempat lain. Namun, perlu waktu beberapa jam hingga konsol ini terjual habis.

Penjualan yang tinggi tidak terbatas pada konsol terbaru Sony dan Microsoft. Melongok ke belakang, pada bulan Agustus, Nintendo mengumumkan hasil penjualan kuartal kedua tahun 2020.



Menurut data keuangannya, ini adalah laporan triwulanan tertinggi dalam sejarah perusahaan. Keuntungan bersihnya lebih dari lima kali lipat.

Pasar Konsol Game China Masih Tahap Awal
Penjualan terminal konsol game meningkat dan ini mengantar pengembang game untuk lebih tumbuh lagi. Tetapi mereka mengaku menghadapi masalah SDM yang tidak mencukupi dan kekurangan dana R&D.

Seorang pejabat tinggi sebuah perusahaan game, mengatakan, di China, pasar untuk konsol game dan game PC berkualitas tinggi masih dalam tahap berkembang. Untuk perusahaan game startup yang fokus pada konsol dan PC, pembiayaannya tidak sedikit, sehingga siklus pengembangannya biasanya relatif lama.



Selain dana, bakat teknis utama juga merupakan faktor penting yang memengaruhi perkembangan game konsol. Mereka yang memiliki pengalaman pengembangan konsol, terutama mereka yang ahli dalam pengembangan Unreal Engine seperti UE4, kekurangan pasokan di pasar.

Menurut data yang dirilis oleh Niko Partner, sebuah perusahaan konsultan dan riset pasar game Asia, pendapatan pasar game konsol China mencapai Rp15 triliun pada 2019 dan Rp32 triliun pada 2024.

Sedangkan jumlah total pemain game konsol pada 2019 akan mencapai 11 juta. Nilai ini akan meningkat menjadi 19,15 juta pada 2024. (Baca juga: Lawan China, Filipina Bangun Armada di Laut China Selatan)

Menurut orang dalam industri, di pasar game China, game seluler masih menempati proporsi yang besar. Sedangkan game konsol tidak menempati proporsi yang tinggi. Jika Anda membandingkan pasar China dengan pasar luar negeri lainnya, game konsol sangat tertinggal.
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top