alexametrics

Ilmuwan Temukan Bukti Dinosaurus Pernah Bertahan Hidup dengan Kanibalisme

loading...
Ilmuwan Temukan Bukti Dinosaurus Pernah Bertahan Hidup dengan Kanibalisme
Ilmuwan mencari bekas gigitan yang terdapat di 2.368 tulang dinosaurus. Tetapi, banyak dari bekas gigitan itu justru ditemukan di bagian jari kaki, jari tangan, dan tulang belakang, yang tidak memiliki banyak daging. Foto/Ist
A+ A-
SAN FRANCISCO - Rumor kepunahan dinosaurus akibat kanibalisme mungkin sudah banyak terdengar. Selain teori-teori lain yang telah muncul di permukaan, memakan sesama dinosaurus, khususnya bagi jenis karnivora, dilakukan demi bertahan hidup karena kekurangan makanan. (Baca juga: Fosil Dinosaurus 65 Juta Tahun Ditemukan Oleh Mahasiswa)

Baru-baru ini, sepertinya rumor itu benar adanya. Para peneliti menemukan indikasi bahwa hewan raksasa itu pernah mengalami masa kanibalisme. Hal ini terlihat dari penemuan fosil yang diteliti oleh ilmuwan.

Mengutip dari Live Science, dalam studi yang diterbitkan di jurnal PLOS One, saat itu para ilmuwan sedang meneliti fosil dinosaurus yang ada di situs Mygatt-Moore Quarry, dekat dengan perbatasan antara Utah dan Colorado, Amerika Serikat.



Dari situs ini, ditemukan ribuan tulang dinosaurus yang berasal dari sekitar 150 juta tahun lalu. Tempat ini dipercaya sebagai wilayah dari dinosaurus besar, seperti Apatosaurus dan Allosaurus.

Di sana, ilmuwan mencari bekas gigitan yang terdapat di 2.368 tulang dinosaurus. Hasilnya, sekitar 29% di antaranya pernah mendapat gigitan dari sesama dinosaurus Theropod, kelompok dinosaurus karnivora berkaki dua, yang termasuk Tyrannosaurus Rex.

Sementara sebagian besar dari tulang-tulang itu, terbukti terdapat luka gigitan bergerigi, yang diduga dari dinosaurus dengan kelas lebih tinggi, yakni Allosaurus. Bukti ini yang menarik kesimpulan adanya praktik kanibalisme di dunia dinosaurus.

Tetapi, banyak dari bekas gigitan itu justru ditemukan di bagian jari kaki, jari tangan, dan tulang belakang, yang notabene tidak memiliki banyak daging. Artinya, kemungkinan besar predator pemakan daging itu terpaksa memangsa bangkai jenisnya sendiri, karena kekurangan makanan, bukan sengaja membunuhnya.

Menurut penulis utama dari studi ini, Stephanie Drumheller, Allosaurus merupakan jenis yang tak pilih-pilih makanan. Terutama ketika sumber makanan di sekitarnya sudah sangat sulit ditemukan.
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak